Mengawali Menyusui dengan Benar

Menyusui adalah cara yang alami dan normal untuk memberikan nutrisi pada bayi dan batita, dan ASI adalah susu yang dibuat khusus untuk bayi manusia. Mengawali dengan benar membantu untuk memastikan bahwa menyusui merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk ibu dan bayi, seharusnya mudah dan tidak sulit bagi kebanyakan ibu. Tentu saja, bahkan dengan permulaan yang kurang baik, banyak ibu dan bayi yang berhasil melakukannya. Dan ya, banyak ibu cukup meletakkan bayi ke payudaranya dapat langsung berhasil menyusui.

posisi menyusui yang benar

Prinsip dasar dari menyusui adalah membuat bayi melekat dengan baik. Bayi yang melekat dengan baik akan mendapatkan ASI dengan baik pula. Bayi yang tidak melekat dengan baik akan lebih sulit mendapatkan ASI, terutama jika ASI sedikit. Bahkan bila produksi ASI seorang ibu banyak, mencoba menyusui bayi dengan pelekatan yang kurang baik sama halnya dengan memberikan susu pada bayi dengan menggunakan botol susu dengan lubang dot yang terlalu kecil – botolnya penuh dengan susu, tapi sang bayi tidak memperoleh banyak susu – sehingga bayi tidak menyukai saat menyusu, hal-hal yang membuat ibu yakin bahwa ASInya sedikit, padahal sebenarnya tidak.

posisi menyusui yang benar

Jika pelekatan bayi tidak baik, juga dapat menyebabkan nyeri pada puting ibunya. Bila bayi tidak mendapatkan cukup ASI, bayi akan menyusu lama, sehingga ibu semakin kesakitan.

 

Berikut adalah beberapa cara agar menyusui terasa lebih mudah:

  • Bayi seharusnya langsung mendapatkan kontak kulit dengan ibunya dan menyusu segera setelah ia lahir.

posisi menyusui yang benar

  • Bayi sebaiknya tetap mendapatkan kontak kulit dengan ibunya sebanyak mungkin segera setelah lahir dan pada minggu-minggu pertama dalam kehidupannya. Memang benar bahwa mungkin saat ini banyak bayi secara umum tidak melekat dan menyusu, hal ini bukan masalah, dan tidak ada ruginya menunggu bayi mulai menyusu. Kontak kulit merupakan hal yang baik dan sangat penting untuk ibu dan bayi bahkan bila bayinya tidak melakukan pelekatan. Para ibu seringkali diberitahu bahwa jika menyusui terasa menyakitkan, berarti bayi tidak melekat dengan baik, sehingga ibu harus melepaskan bayi dan kemudian mencoba pelekatan lagi dan lagi dan lagi… Melepaskan bayi dari payudara lalu melekatkannya lagi dan lagi hanya akan menambah rasa sakit dan luka, dan membuat ibu dan bayi makin frustrasi. Pelekatan dapat diperbaiki di payudara satunya atau saat menyusui berikutnya.

posisi menyusui yang benar

  • Ibu dan bayi sebaiknya bersama-sama dalam satu kamar. Fasilitas kesehatan yang biasa memisahkan bayi dan ibu setelah kelahiran berarti tidak melakukan hal yang benar kepada ibu dan bayi. Seringkali, alasan-alasan yang tidak relevan diberikan agar bayi dipisahkan.  Tidak ada bukti bahwa ibu yang dipisahkan dari bayi mereka akan beristirahat dengan lebih baik. Kebalikannya, ibu akan beristirahat lebih baik dan stres lebih ringan ketika bersama bayi. Ibu dan bayi belajar bagaimana tidur dengan irama yang sama. Ibunya, yang tidur bersama bayi, akan terbangun, ASInya akan mulai mengalir dan bayi dengan tenang akan menyusu sampai puas. Ibu dan bayi harus dianjurkan untuk tidur bersisian di RS. Ini cara yang baik agar ibu dapat beristirahat sembari bayi menyusu.
  • Memandikan bayi.  Tidak ada alasan untuk memandikan bayi segera setelah lahir dan memandikan bayi dapat ditunda beberapa jam. Segera setelah lahir, bayi dapat dikeringkan tetapi jangan membersihkan lapisan putih di kulit bayi yang melindungi kulit bayi yang halus. Sebaiknya menunggu sampai ibu dan bayi mendapat kesempatan untuk memulai menyusu dengan baik, bayi diletakkan di dada ibu dan melekat dengan mudah.  Lebih lanjut, memakaikan popok ke bayi sebelum bayi menyusu tidak disarankan karena seringkali membuat bayi marah. Tidak perlu membangunkan bayi untuk menyusu.  Bila bayi mendapat kontak kulit dengan ibunya, bayi akan bangun saat siap dan mencari payudara.  Seorang bayi yang menyusu dengan baik akan memberitahu ibunya untuk menyusu.
  • Dot sebaiknya tidak diberikan pada bayi. Bayi lebih menyukai aliran yang deras. Anda tidak perlu menjadi orang yang sangat pintar untuk mengerti hal tersebut dan bayi juga mengerti dengan sangat cepat. Bingung puting melibatkan serangkaian masalah, termasuk bayi tidak dapat menyusu di payudara ibu dengan benar, sehingga ia tidak dapat memperoleh ASI dengan baik dan sang ibu mengalami luka pada puting.
  • Jangan batasi waktu menyusui. Bayi yang menyusu dengan benar tidak akan menyusu selama berjam-jam. Jika bayi menyusu dengan waktu yang sangat lama, biasanya karena bayi tidak melekat dengan baik dan tidak memperoleh ASI yang tersedia. Penekanan payudara bekerja sangat baik di hari-hari pertama menyusui agar kolostrum keluar dengan baik. Inilah yang akan membantu, bukan empeng, bukan botol susu, bukan membawa bayi ke ruang bayi. Bayi sering menyusu pada hari-hari pertama – hal ini normal dan hanya sementara. Pelekatan yang baik, sambil menekan payudara, dan mempertahankan kontak kulit antara ibu dan bayi membantu masa tansisi ini berjalan lancar.
  • Pengganti ASI jarang sekali dibutuhkan. Kebanyakan pengganti ASI dapat dihindari dengan memastikan bayi menyusu dengan benar sehingga ia memperoleh ASI dengan baik.
  • Sampel gratis susu formula dan brosur dari perusahaan susu formula bukanlah hadiah. Cara ini sangat efektif dan merupakan pemasaran yang tidak etis. Mungkin, Anda tidak memperoleh bantuan yang memadai dan bayi tidak memperoleh ASI yang tersedia. Carilah bantuan yang benar. Sampel susu formula bukanlah bantuan.

Beberapa penelitian saat ini menunjukkan dengan jelas bahwa bayi prematur relatif tidak stres dengan menyusu pada ibunya, dibandingkan menyusu dari botol. Sayangnya, terlalu banyak tenaga kesehatan yang menangani bayi prematur tidak memahami hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *