Tahukah Anda 16 Mitos Seputar ASI dan Ibu Menyusui?

  1. Mitos: ASI tidak boleh diberikan pada saat bayi diare. Fakta: Justru sebaliknya, ASI sangat dianjurkan dokter untuk terus diberikan pada bayi, mengandung zat anti bakteri pada bayi yang diare, kuman-kuman di saluran pencernaan bayi yang menyebabkan diare dapat dikurangi.

rotavirus

  1. Mitos: Menyusui mengakibatkan BAB (buang air besar) bayi menjadi tidak lancar dan keras. Fakta:Yang benar adalah selama ibu masih memberikan ASI kepada buah hatinya, gizi dan nutrisi ibu menyusui harus dijaga keseimbangannya. Serat, vitamin, dan cairan harus mencukupi untuk ibu dan bayi. Jika dalam satu hari bayi ibu belum buang air besar, ini berarti pertanda bahwa ibu kurang asupan serat buah dan cairan.
  1. Mitos: Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak air susu (ASI). Fakta: Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu, ASI tidak berdasar pada ukuran payudara ibu.
  1. Mitos: ASI pertama tidak baik bagi bayi. Fakta: ASI pertama  mengandung kolostrum, yakni zat terbaik bagi bayi sebagai antibodi alami.
  1. Mitos: Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi yang terserang diare di bawah 6 bulan dan dapat membersihkan usus bayi. Fakta: Makanan padat tidak dapat diolah usus bayi  usia di bawah 6 bulan.
  1. Mitos: Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. Fakta: Jika ASI belum lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan. Terus susui agar bayi berlatih dan berusaha menghisap payudara ibunya. Untuk membantu agar cepat lancar, sering-sering memompa payudara dengan pompa menyusui, imbangi dengan gizi yang berkhasiat melancarkan ASI.
  1. Mitos: Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula. Fakta: Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
  1. Mitos: Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan lain sebelum ASI keluar. Fakta:Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberikan ASI.

kb alami bayi

  1. Mitos: Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. Fakta:Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Asupan nutrisi ibu yang seimbang gizi, ASI yang dihasilkan juga akan kaya gizi.

gizi

  1. Mitos: Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. Fakta:Ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan tertular  sakit.

cara menjaga kesehatan

  1. Mitos: Bayi yang sedang sakit tidak boleh diberi ASI. Fakta:Bayi yang sedang sakit malah harus lebih sering diberi ASI.

asi anak

  1. Mitos: Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. Fakta: Bayi yang menyusui langsung sejak kelahirannya akan merangsang ASI cepat keluar.

mitos dan fakta

 

  1. Mitos: ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. Fakta :Kolostrum adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi.

waktu

  1. Mitos: Ibu belum bisa duduk untuk memberikan ASI. Fakta:Tidak ada yang megharuskan posisi duduk. Bayi dapat menyusu pada saat tengkurap di dada ibu.
  1. Mitos: Wanita hamil yang sedang dalam kondisi menyusui harus segera menyapih bayi. Fakta: Biasanya Ibu masih memiliki beberapa bulan untuk secraa bertahap menyapih bayi, yang akan punya adik. Dengan berkembangnya hormon kehamilan, maka hormon menyusui akan berkurang dengan sendirinya.

cara memperbanyak asi

  1. Mitos: ASI tidak mengandung cairan  yang tepat, bayi yang diberi ASI harus diberi air minum agar tidak dehidrasi. Fakta:Pendapat ini tidak terbukti secara medis, ASI sangat baik bagi bayi dan mengandung cairan yang seimbang yang dibutuhkan oleh bayi.

bunda konicare