11 Fakta Pure

1. Pure artinya bahan makanan yang dilembutkan. Hampir semua bahan makanan dapat dibuat pure dan aman untuk bayi.

bahan makanan

2. Dimulai dengan yang teksturnya lembut dan konsistensinya cair sampai yang kasar dan padat. Jumlah makanan yang diberikan pun harus bertahap, mulai dari yang sangat sedikit hingga satu porsi yang normal bagi anak.

jumlah makanan

3. Cara mengolah bahan makanan yang tepat untuk dibuat pure:
a. Serealia. Harus dihaluskan dulu menjadi tepung sebelum diolah jadi makanan bayi.
b. Sayuran. Pilih sayuran yang tidak berserat banyak serta menghasilkan gas, misalnya daun bayam, buncis dan wortel.
c. Buah. Ada buah yang bisa diberikan langsung tanpa dimasak seperti pisang, dan ada pula yang harus dimasak seperti apel.
d. Daging dan ikan. Semua jenis daging tersebut harus dalam keadaan benar-benar matang, berikan sedikit demi sedikit sesuai usia bayi, dan dicampur dengan bahan makanan lain karena sistem pencernaan dan ginjal bayi belum berkembang sempurna.

daging

4. Kenalkan dulu bayi rasa sayuran yang hambar, kemudian buah yang manis. Kombinasikan secara bergantian agar bayi dapat mengenal rasa masing-masing bahan makanan dengan baik.

5. Jangan buru-buru mengatakan anak menolak makanan. Cobalah jenis makanan lain.

jenis makanan

6. Untuk gula, sebaiknya tidak ditambahkan karena bayi cukup puas dengan rasa manis alami bahan makanan, seperti buah.

7. Penambahan ASI dilakukan pada pure sebelum disajikan pada bayi. Anda boleh gunakan ASI perah yang pernah dibekukan.

asi perah8. Minyak, santan dan mentega berfungsi sebagai sumber energi dan pelarut vitamin A, D, E dan K untuk diserap tubuh bayi. Untuk menghindari garam, pilih mentega yang rasanya tawar. Untuk margarin, pilih yang tidak mengandung lemak trans.

margarin

9. Cuci bersih seledri dan cincang halus sebelum dicampurkan ke dalam bubur bayi.

10. Pada masa usia 6-9 bulan, bayi perlu belajar keterampilan mengunyah dan menelan.

6 9 bulan

11. Hindari pemberian makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan, karena sistem pencernaannya belum bekerja sempurna, sehingga memberatkan kerja organ pencernaan dan ginjalnya, bisa menyebabkan bayi kenyang serta malas mengisap ASI.