Bagaimanakah Cara Menyusui Yang “Benar”?

Menyusui itu gampang.  Terlepas dari gangguan-gangguan yang terjadi saat menyusui, faktor yang menentukan keberhasilan dalam memberikan ASI selain kondisi psikis ibu dan bayi yang harus dalam kondisi tenang, cara menyusui bayi yang benar juga sangat diperhitungkan. Banyak ibu menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam menyusui sehingga timbullah pertanyaan: bagaimana sih cara menyusui yang benar?

gangguan-gangguan, Pelekatan yang baik, Mulut bayi

Tentu saja, tujuan utama kita menyusui adalah untuk memberi makan bayi, bukan? Nah, setiap ibu dan bayi dapat menggunakan beragam cara menyusui yang nyaman untuk keduanya, yang tentunya akan berbeda-beda untuk tiap ibu dan bayi.

Pelekatan yang baik kita dapatkan dengan beragam cara. Setiap pasangan ibu dan bayi dapat mencoba berbagai gaya untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman, di antara gaya dan posisi tersebut adalah:

  1. Biological Nurturing. Pada cara ini, ibu tidak banyak mengintervensi posisi bayi, kedua tangan ibu bebas, memegang bayi sekedar untuk menjaganya agar tidak terguling. Dalam posisi ini juga gravitasi yang biasanya menghambat bayi mencapai payudara karena berat kepalanya, malah akan membantu bayi untuk memasukkan areola jauh ke dalam mulutnya. Ibu juga tidak perlu terlalu berkonsentrasi untuk memikirkan posisi dan pelekatan yang benar. Kita dapat mencoba bermacam-macam cara untuk mencari posisi yang betul-betul nyaman bagi ibu dan bayi. Untuk posisi selain Biological Nurturingada beberapa poin penting dalam memosisikan bayi yang perlu kita ingat, yaitu:
  2. Tubuh bayi didekap dekat dengan tubuh ibu. Jika mulut bayi telah terbuka, segera gerakkan bayi lebih dekat ke payudara. Kalau badan bayi terlalu jauh dari payudara, bayi cenderung hanya bisa “menangkap” puting saja.
  3. Ibu menopang seluruh tubuh bayi – bukan hanya kepala dan bahu.
  4. Cradle Hold, ibu duduk tegak, kepala bayi disangga tangan yang satu sisi dengan payudara yang disusukan, kita biasanya agak sulit mengatur kepala bayi dan mengarahkannya ke payudara ibu.
  5. Cross-Cradle Hold, kepala bayi disangga tangan yang berlawanan arah terhadap payudara yang disusukan, bisa digunakan untuk bayi kecil.
  6. Football Hold, posisi bayi ada di bawah lengan ibu yang satu sisi dengan payudara. Jika bayi agak sulit melekat, posisi ini juga bisa dicoba. Juga cocok digunakan saat menyusui bayi kembar.

gangguan-gangguan, Pelekatan yang baik, Mulut bayi

Untuk memasukkan payudara ke mulut bayi, biasanya akan lebih mudah jika kita menunggu sampai mulut bayi benar-benar terbuka lebar dan mendahulukan majunya dagu dan bibir bawah untuk menempel pada payudara.

gangguan-gangguan, Pelekatan yang baik, Mulut bayi

Tanda pelekatan sudah baik:

  1. Mulut bayi terbuka lebar.
  2. Dagu bayi nempel ke payudara.

Akan sangat baik jika sejak baru melahirkan ibu sudah didampingi tenaga kesehatan.