6 Penyebab Muntah

Pada gangguan yang lebih berat dan berbahaya seperti sumbatan saluran cerna dapat mengakibatkan warna muntah menjadi hijau. Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks, terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pusat muntah kemudian dilanjutkan ke diafragma dan otot-otot lambung, yang mengakibatkan penurunan diafragma dan pengerutan otot-otot lambung.

Rangsangan pusat muntah, muntah, muntah terus-menerus

6 Penyebab muntah:

  1. Infeksi Virus dan Gastroentritis Akut. Gejala infeksi rotavirus berupa demam ringan, diawali muntah sering, diare hebat, dan nyeri perut. Muntah dan diare merupakan gejala utama infeksi rotavirus dan dapat berlangsung selama 3 Р7 hari.
  2. Penderita Alergi dan hipersensitif saluran cerna. Pada umumnya usia 3 – 6 bulan muntah hanya 2 – 5 kali per hari dan akan membaik dengan pertambahan usia. Penderita alergi dengan GER (Gastrooesephageal Refluks) biasanya disertai dengan alergi pada kulit, hidung dan saluran napas.
  3. Akut abdomen dan peritonitis.
  4. Sensory sistem dan otak .
  5. Setelah operasi (mual dan muntah pasca operasi).
  6. Muntah siklik sindrom (kondisi buruk-dipahami dengan serangan muntah).

Dampak dan komplikasi:

  1. Kerusakan gigi akibat tergerus asam lambung. Pada saat muntah, asam lambung akan keluar bersamaan dengan isi perut. Ketika asam lambung keluar dan berada di dalam mulut, maka akan merusak email gigi sehingga gigi menjadi rapuh dan gampang rusak.
  1. Dehidrasi dapat terjadi apabila anak muntah terus-menerus.

Rangsangan pusat muntah, muntah, muntah terus-menerus

Hindari pemberian makanan yang padat, berserat dan keras serta berlemak karena makanan tersebut relatif lebih lama dicerna dan dapat merangsang muntah.