7 Langkah Penanganan Bayi Baru Lahir

Apa saja yang dilakukan dokter pada bayi baru lahir? Bisa cepat tapi bisa pula lama karena penanganannya tak bisa disamaratakan. “Dalam proses adaptasi ini, bayi harus diperiksa dan diawasi secara ketat sehingga bila ada masalah bisa segera dideteksi dan ditangani segera,” terang Nartono, Subbagian Perinatologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI, Jakarta.

  1. Diletakkan di Meja Resusitasi. Selama di kandungan, bayi berada dalam lingkungan yang suhunya berkisar 36-37 derajat Celcius. Karena itulah, langkah pertama adalah segera menempatkannya di meja khusus, yaitu meja resusitasi yang bersuhu sekitar 36 derajat Celcius.

bayi baru lahir, lendir, waktu

  1. Setelah diletakkan, lendir yang ada di rongga hidung dan mulut segera diisap dan tubuhnya dikeringkan. Dalam keadaan normal, yaitu ketuban jernih dan bayi menangis dengan baik, dilakukan pengisapan secukupnya karena sisa lendir, akan diresorpsi sendiri oleh tubuh. Masalahnya, kadang bayi lahir dengan keadaan “tak normal”, seperti ketuban berwarna keruh, kehijauan selama di kandungan.Dalam kasus ini diperlukan pengisapan lebih aktif. Pada setiap bayi dengan kemungkinan asfiksia yang tinggi maka penyedotan saluran napas harus dimulai setelah kelahiran kepala.
  1. Bersamaan dengan proses pengisapan, dilakukan juga tes Apgar. Penilaian dilakukan berdasar keadaan frekuensi denyut jantung, pernapasan, warna kulit, refleks, dan tonus otot. “Nilai Apgar diambil pada menit pertama dan menit kelima setelah tali pusat dipotong.”
  1. Dimandikan dan dibersihkan. Bayi dibersihkan dengan air hangat dan kadang makan waktu cukup lama. Adakalanya lapisan lemak pada kulit bayi baru lahir cukup tebal, sehingga lebih sulit dibersihkan dan lama.

bayi baru lahir, lendir, waktu

  1. Berat badan bayi ditimbang dan harus dilakukan kurang dari setengah jam setelah kelahiran, untuk mencegah pengukuran yang tidak tepat karena telah terjadi penguapan cairan pada tubuh bayi. Berbeda dengan pengukuran BB lahir yang harus dilakukan segera, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala justru tak mutlak perlu dilakukan pada saat itu juga. Sebab, bayi yang dilahirkan spontan, kepalanya “mengecil” saat melewati jalan lahir.

bayi baru lahir, lendir, waktu

  1. Pemotongan tali pusat. Terutama bila bayi memiliki risiko tinggi. Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada bayi kurang bulan. Ujung tali pusat diikat tali agar darah tak mengalir keluar. Apabila bayi baru lahir tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan tindakan resusitasi pada bayi. Bila ikatan tak kuat, akan terjadi perdarahan dari tali pusat tersebut yang bisa berakibat fatal pada bayi. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting yang steril dan diikat dengan pengikat steril. Bayi tak akan merasakan apa pun kala tali pusatnya dijepit kuat karena dalam tali pusat tak ada persarafannya. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alcohol 70 % serta dibalut kassa steril.
  1. Setelah 24 jam, bayi akan diperiksa dan dinilai lagi yang disebut penilaian maturitas, yang dinilai adalah keadaan fisik dan neurologis bayi.

bayi baru lahir, lendir, waktu