Anak Pertama Gagal ASI Eksklusif – Bagaimana Dengan Adik?

Anak pertama saya lahir pada bulan November 2006, 5 bulan setelah saya menjalani operasi kista. Saya pun berniat untuk memberikan yang terbaik – yaitu ASI – untuk anak pertama saya.

Memberikan ASI ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Karena kekurangan informasi tentang ASI dan menyusui, saya mengawali perjalanan menyusui anak pertama saya dengan tidak tepat, misalnya: tidak meminta rawat gabung dengan anak sewaktu di Rumah Sakit dan percaya dengan anggapan bahwa ibu yang baru melahirkan tidak keluar ASI-nya sehingga saya tidak dapat memberikan ASI. Saya hanya bertemu dengan anak saya tanpa memberikan ASI.

Saat itu saya pikir ini kondisi yang normal saja. Tetapi begitu saya pulang dari Rumah Sakit, barulah saya merasakan ketidaknyamanan karena saya mengalami pembengkakan payudara.

Saya tidak memiliki stok ASI perah ketika itu, sehingga saat harus kembali masuk kantor (satu bulan setelah melahirkan), anak saya harus minum susu formula di rumah. Di usianya yang ke-2,5 bulan, anak saya sudah mengalami bingung putting (nipple confusion).

Anak ke-2 pun tidak lulus ASI eksklusif karena ketidaktahuan suami tentang ASI perah. Alhamdulillah, dengan banyaknya informasi yang saya dapat dan bantuan informasi mengenai ASI perah di lingkungan kerja suami, anak ke-3 pun lulus ASI eksklusif tanpa bantuan dari susu formula dan MPASI dini.

Kalau saya bisa, Anda pun bisa! Semangat ASI!