Rahasia Mengatasi Bayi Muntah Anda

Muntah bisa dialami sejak bayi baru lahir. Gejala yang biasa tampak yaitu bayi tidak mau minum, dan muntah yang bisa keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Muntah bisa terjadi sesekali akibat reaksi kekenyangan.

Muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Penyebab:

  1. ASI yang diberikan melebihi kapasitas lambung. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitas sendiri.
  2. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama.
    Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.
  3. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat, akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah.

bayi muntah
Jika bayi Anda mengalami muntah, jangan panik, atasi dengan:

  1. Sendawakan bayi segera setelah menyusu.
  2. Cek lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda muntah.
  3. Jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.
  4. Jangan mengangkat bayi saat muntah.
  5. Hindari bayi tersedak. Bila si bayi tersedak, muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya.

Anda tak perlu khawatir jika:

  1. bayi tampak senang.
  2. pertumbuhan dan perkembangan bayi normal.

tabel perkembangan bayi

Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:

  1. Bayi dehidrasi.
  2. Bayi tidak ingin menyusu.
  3. Bayi selalu menangis saat menyusu.
  4. Bayi muntah secara berlebihan yang berulang dan sering.