Menangani Diare pada Bayi

Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian bayi dengan persentase mencapai 31,4%, bisa berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya:
1. Diare yang disebabkan norovirus biasa berlangsung sekitar 2 hari.
2. Diare yang disebabkan rotavirus biasa berlangsung 3-8 hari.
3. Diare yang disebabkan giardasis biasa berlangsung beberapa minggu.

diare, bau, makanan padatBayi yang sudah bisa mencerna makanan padat dan sedang mengalami diare sebaiknya untuk sementara menjauhi makanan yang berminyak, berserat tinggi, manis seperti kue dan produk-produk susu. Minum cairan yang cukup sangat penting untuk menghindari dehidrasi.

Tinja bayi umumnya berubah warna, bau, dan tekstur sesuai dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Tinja yang berubah menjadi lebih encer, lebih banyak adalah gejala utama diare. Namun hati-hati dalam membedakannya dengan bayi yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) yang umumnya juga memproduksi tinja yang lebih cair. Berikut ini adalah warna tinja yang dapat menjadi panduan mendeteksi kondisi bayi:
1. Cokelat muda: umumnya ditemukan pada bayi yang mengonsumsi susu formula.
2. Hijau kecokelatan: warna tinja bayi yang setelah lahir mengonsumsi ASI.

Jika bayi Anda berusia kurang dari enam bulan dan mengalami diare, periksakan ke dokter, terutama jika mengalami gejala-gejala seperti berikut ini:
1. Mengalami muntah-muntah.
2. Terlihat lesu.
3. Tinja berwarna hitam karena mengandung darah.
4. Terdapat nanah pada tinja bayi.
5. Sakit perut.
6. Demam di atas 39°C.

Saat bayi diare, keseimbangan air dan garam di dalam tubuhnya terganggu, dapat memicu dehidrasi yang dapat mengancam nyawa, terutama pada bayi yang baru lahir.

Terdapat beberapa gejala dehidrasi pada bayi yang patut dikenali dengan jelas:
1. Kondisi mulutnya yang kering.
2. Tidak ada air mata yang keluar saat menangis.
3. Buang air kecil lebih sedikit dibandingkan biasanya.
4. Kulitnya yang terasa lebih kering.

Jangan berikan makanan padat pada bayi Anda jika mereka mengalami dehidrasi. Setiap orang tua perlu mewaspadai terjadinya dehidrasi pada bayi yang sedang diare karena dapat dengan cepat memperburuk kondisi tubuh bayi.

diare, bau, makanan padatBerikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah diare:
1. Orang dewasa yang merawat bayi perlu menjaga kebersihannya agar tidak menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi.
2. Jaga agar lantai dan benda-benda yang dipegang bayi Anda selalu bersih.
3. Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada bayi dan balita.

diare, bau, makanan padatPengobatan Diare

Ada beberapa jenis obat anti diare, dan umumnya mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari, yang paling sering digunakan adalah loperamide. Umumnya obat anti diare dilarang untuk diberikan pada anak-anak. Aspirin tidak cocok untuk diberikan pada anak-anak di bawah 16 tahun.

diare, bau, makanan padat