Kisah Tikus dan Lonceng Kucing

Di sebuah rumah yang besar, tinggallah sekawanan tikus dan seekor kucing. Para tikus mendiami dapur rumah itu. Kucing sering diperintah untuk memburu para tikus jika dia melihatnya berkeliaran di rumah tersebut.

Sudah lama sekali tikus-tikus yang tinggal di dapur kekurangan stok makanan. Ketika tikus sudah terlanjur keluar lubang, kucing tidak segan-segan untuk mengejar mereka. Akhirnya mereka menjadi ketakutan untuk keluar lubang bahkan untuk mencari makanan.

Tikus-tikus berembuk, banyak yang diucapkan, tetapi kebanyakan hanya menyalahkan si Kucing daripada menawarkan pemecahan untuk masalah mereka. Tapi akhirnya, seekor tikus betina mengusulkan sebuah ide yang cemerlang.

“Pak ketua, bagaimana jika kita gantungkan sebuah lonceng di leher kucing jahat itu!” usulnya, ekornya bergetar saking semangatnya. “Dengan begitu, Kita akan tahu di mana dia berada, kapan pun itu!” Mereka kemudian bermusyawarah dan sepakat untuk melakukannya. Tapi ketika keriuhan berhenti, seekor tikus tua berbicara. Dia lebih tua dari semua tikus lain, semua tikus mendengarkan dengan hormat. “Aku bangga ada yang memikirkan ide yang bagus itu.”

“Tetapi siapa yang sukarela mau memasangkan lonceng di leher si kucing?” Tikus tua melanjutkan bicaranya. Mereka saling bertanya kira-kira siapa yang mau memasangkan Lonceng itu di leher si Kucing. Tikus Tua kembali bicara “Hayo…. apakah diantara kita ada yang berani memasangnya, atau kita undi untuk menentukan siapa yang harus memasangkannya?” Semua tikus terdiam, mereka tampak ketakutan dan menunjukan rasa tidak setuju dengan ide Tikus Tua. Tak ada satu pun mau menjawabnya!