Jaga Anak, Ayah Malah Dipukuli 15 Security RS Hasan Sadikin

Saat itu (25 Agustus 2014), Roni hendak menebus obat bagi anaknya yang baru berumur dua bulan yang baru saja menjalani operasi di RSHS. Namun saat Roni akan memasuki ruang IGD untuk menebus obat dan mencari ruangan bagi anaknya untuk mendapatkan perawatan rawat jalan tiba-tiba dihadang oleh security setempat dengan alasan bukan jam besuk.

Mengingat sang anak membutuhkan obat dan memerlukan tempat untuk rawat jalan, Roni pun nekat menerobos security yang sejak dari awal tak mempercayainya. Roni yang semula mengaku hilaf pun langsung menyudahi cekcok tersebut dan menghindari petugas security tersebut. “Dari belakang saya dengar ada yang bilang ‘anak kecil nyari gara-gara’. Saya gak terima dan langsung nantang duel satu lawan satu di luar RSHS. Karena kalau di dalam (RSHS), saya inget masih ada anak saya yang memerlukan perawatan,” ucapnya.

Dua hari berselang sekira pukul 23.00 WIB, mimpi buruk itu pun tiba menghantui Roni. Saat itu, Roni yang menaiki motor hendak mengantarkan baju anaknya yang masih dirawat di RSHS.
Tak disangka, saat itu dia bertemu security yang ditantangnya duel pada hari Senin lalu. “Waktu itu ada sekitar 15 security yang mengeroyok saya. Saya yang masih diatas motor dipegangin dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya dipukulin, diinjak-injak, sampai babak belur,” terangnya.

Roni yang sudah pasrah masih terpikir akan baju anaknya. Singkat cerita, Roni pun diizinkan untuk mengantarkan baju tersebut. Namun saat perjalanan ke ruangan anaknya, dia masih menerima pukulan dan tendangan dari para petugas security.

“Di ruangan itu ada anak dan istri yang melihat saya sudah babak belur dan darah tercecer di lantai. Sampai saya bilang ke mereka (security) ‘bapa tega mukulin saya depan anak dan istri saya?’,” katanya.

Hingga akhirnya, kelakuan tak patut para security itu pun usai setelah ada seorang suster yang datang dan menyuruh keluar para security yang masih berniat memukuli Roni.