Harry Potter

Dalam bab pertama di novel pertama, Harry Potter dan Batu Bertuah, dikisahkan bahwa peristiwa yang luar biasa telah terjadi di dunia sihir, suatu peristiwa yang sangat luar biasa, bahkan para Muggle melihat tanda-tandanya. Latar belakang mengenai peristiwa luar biasa ini dan sosok Harry Potter diungkapkan secara bertahap sepanjang seri. Melalui cerita Hagrid, Harry mengetahui bahwa saat ia bayi, ia menyaksikan pembunuhan orangtuanya oleh seorang penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang kemudian juga berupaya untuk membunuhnya. Untuk alasan yang tidak diketahui, mantra yang dilontarkan oleh Voldemort untuk membunuh Harry berbalik kepadanya. Di Hogwarts, Harry bertemu dengan guru ramuan Severus Snape, yang menunjukkan kebencian dan ketidaksukaannya pada Harry.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianSeri dilanjutkan dengan Harry Potter dan Kamar Rahasia, yang mengisahkan tentang tahun kedua Harry di Hogwarts. Harry dan teman-temannya menyelidiki misteri 50 tahun yang lalu terkait dengan peristiwa mencekam yang kembali terjadi di sekolah.

Novel ketiga, Harry Potter dan Tawanan Azkaban, mengisahkan tentang tahun ketiga Harry di Hogwarts. Ini adalah satu-satunya novel Harry Potter yang tidak menampilkan Voldemort dalam ceritanya.

Selama tahun keempat Harry di Hogwarts (dikisahkan dalam Harry Potter dan Piala Api), Harry secara tidak terduga terpilih sebagai peserta Turnamen Triwizard; kontes sihir berbahaya di mana Harry harus bersaing melawan penyihir-penyihir “jagoan” dari sekolah-sekolah sihir lainnya, dan juga siswa dari Hogwarts sendiri.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianDalam buku kelima, Harry Potter dan Orde Phoenix, Harry kembali berhadapan dengan Voldemort yang baru bangkit. Harry mengetahui bahwa ada ramalan penting mengenai dirinya dan Voldemort, dan ramalan inilah yang telah memicu Voldemort untuk membunuh orang tua Harry. Dalam klimaks novel ini, Harry dan teman-temannya bertempur secara langsung menghadapi Pelahap Maut.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianDalam buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran, Voldemort mulai melancarkan perang terbuka. Di Hogwarts, Harry dan teman-temannya yang beranjak remaja secara relatif terlindungi dari bahaya.

Novel terakhir dalam seri Harry Potter dan Relikui Kematian, dimulai langsung setelah peristiwa dalam buku keenam. Harry, Ron, dan Hermione memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts dan memulai upaya mereka untuk menemukan dan menghancurkan horcrux Voldemort yang tersisa. Harry, yang sebenarnya berhasil kembali dari situasi antara hidup dan kematian dan kemudian berpura-pura mati, akhirnya menghadapi Voldemort, yang semua horcruxnya telah hancur.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianRowling menyelesaikan Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1995 dan naskah novel itu dikirimnya pada beberapa agen penerbitan, diterbitkan oleh Bloomsbury, penerbit semua buku-buku Harry Potter di Britania Raya, pada tanggal 30 Juni 1997. Buku kedua, Harry Potter dan Kamar Rahasia, awalnya diterbitkan di Britania Raya pada tanggal 2 Juli 1998 dan di AS pada 2 Juni 1999. Harry Potter dan Tawanan Azkaban kemudian diterbitkan setahun kemudian di Britania Raya pada 8 Juli 1999, dan di Amerika Serikat pada 8 September 1999. Harry Potter dan Orde Phoenix adalah buku terpanjang, dengan tebal 766 halaman dalam versi Inggris dan 870 halaman dalam versi Amerika Serikat. Dua tahun kemudian, Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran diterbitkan pada 16 Juli 2005, dan terjual sebanyak 9 juta eksemplar dalam waktu 24 jam setelah perilisannya di seluruh dunia.

Di Indonesia, keseluruhan buku-buku Harry Potter diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan diterjemahkan oleh Listiana Srisanti.

Penggemar seri Harry Potter yang sangat bersemangat dan tidak sabar menunggu seri terbaru keluar di toko-toko buku di seluruh dunia mulai mengadakan acara-acara yang bertepatan dengan peluncuran tengah malam buku terbaru, yang dimulai saat peluncuran Harry Potter dan Piala Api pada tahun 2000.

Popularitas seri Harry Potter telah menghasilkan kesuksesan komersial bagi Rowling, penerbit, dan pemegang izin Harry Potter terkait lainnya. Tingginya permintaan terhadap buku-buku Harry Potter memotivasi New York Times untuk membuat daftar buku terlaris yang terpisah untuk sastra anak pada tahun 2000, tepat sebelum perilisan Harry Potter dan Piala Api.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianPada tahun 2000, Harry Potter dan Tawanan Azkaban dinominasikan untuk Hugo Award for Best Novel, dan pada tahun 2001, Harry Potter dan Piala Api memenangkan penghargaan tersebut. Berdasarkan hasil jajak pendapat online pada 2007, National Education Association di Amerika Serikat menempatkan seri Harry Potter dalam “Top 100 Buku untuk Anak-Anak.”

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianPada saat diterbitkannya buku kelima, Harry Potter dan Orde Phoenix, buku-buku Harry Potter mulai menerima kritik keras dari sejumlah pakar sastra. Buku-buku Harry Potter telah menjadi subjek dari sejumlah kasus hukum. Kelompok Kristen Amerika mengklaim bahwa buku-buku Harry Potter mempromosikan ajaran Wicca dan sihir di kalangan anak-anak, dan berbagai konflik lainnya terkait dengan pelanggaran hak cipta dan merek dagang.

Harry Potter,  Harry, Relikui KematianNewell merupakan sutradara Inggris pertama yang menggarap seri Harry Potter. Produksi film ini dimulai pada bulan Januari 2006 dan dirilis setahun kemudian pada bulan Juli 2007, bertepatan dengan peluncuran novel terakhir, Harry Potter dan Relikui Kematian. Oleh sebab itu, banyak yang menganggap bahwa Juli 2007 adalah “bulannya Harry Potter”.

Ada sebelas permainan video Harry Potter, delapan di antaranya sesuai dengan film dan buku, dan tiga lainnya merupakan spin-off. Permainan biasanya berlangsung di dalam dan di sekitar kastil Hogwarts dan di berbagai kawasan sihir lainnya. Sejumlah permainan media noninteraktif lainnya juga telah dirilis, misalnya permainan papan Cluedo Harry Potter Edition, Scene It? Harry Potter dan Lego Harry Potter, yang dipengaruhi oleh tema dalam novel.

Harry Potter,  Harry, Relikui Kematian