Cerita Pendek

Cerita pendek berawal pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer “Canterbury Tales” dan karya Giovanni Boccaccio “Decameron”. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah, yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar, meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah “Novella” karya Matteo Bandello. Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.

Cerita-cerita pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul pada periode akhir abad ke-19 adalah “Kamar No. 6” karya Anton Chekhov.

kisah-kisah terkenal, cerita-cerita pendek, plotPada paruhan pertama abad ke-20, Permintaan akan cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.

Majalah sastra memberikan tempat pada cerita-cerita pendek. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya, dan dalam blog.

Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik.

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya itu sendiri:

1. Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.

2. Latar (setting) adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita.

3. Alur (plot) adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita:
a. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan, waktu, tempat yang merupakan awal cerita.
b. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan masalah yang dihadapi pelaku cerita.
c. Puncak ketegangan: masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
d. Ketegangan menurun: masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
e. Penyelesaian: masalah telah dapat diatasi.

kisah-kisah terkenal, cerita-cerita pendek, plot4. Perwatakan, menggambarkan watak seseorang yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:
a. Dialog tokoh.
b. Penjelasan tokoh.
c. Penggambaran fisik tokoh.

5. Tokoh, adalah orang yang diceritakan dalam cerita dan banyak mengambil peran dalam cerita:
a. Tokoh Protagonis: tokoh utama pada cerita.
b. Tokoh Tritagonis: penengah dari tokoh utama dan tokoh lawan.
c. Tokoh Antagonis: tokoh penentang tokoh utama.

6. Nilai, adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

Menetapkan yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang adalah sesuatu yang problematik. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata. Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat. Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella.

kisah-kisah terkenal, cerita-cerita pendek, plot