Cara Mengobati Diare pada Anak

Diare adalah kondisi dimana meningkatnya jumlah buang air besar dan feses yang keluar dalam bentuk lebih cair. Anda berhak menyelamatkan anak Anda dari pengobatan yang tidak diperlukan.

Penyebab diare:
1. Infeksi usus oleh kuman patogen.
2. Keracunan makanan.
3. Gangguan proses pencernaan makanan.
4. Pemakaian antibiotika yang tidak bijak sehingga mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam usus.
5. Alergi terhadap bahan makanan, seperti laktosa pada susu sapi.

alergi susu

Jika terjadi diare pada anak anda, salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Jika diare yang dialami anak anda terbilang ringan, maka anda dapat melakukan beberapa hal berikut di rumah:
1. Hindarkan anak dari dehidrasi. Meski anak-anak lebih sulit mengkonsumsi lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa, usahakan tetap memjaga kondisi anak agar tidak mengalami dehidrasi. Cara ini terbilang efektif untuk mengatasi diare.
2. Usahakan tetap memberi makanan pada anak Anda, yang baik bagi penderita diare adalah makanan yang mengandung pectin, yaitu apel, pisang, kentang dan wortel. Pisang pun memilki kandungan potasium yang dapat dijadikan pengganti elektrolit yang hilang selama diare. Pemberian makanan diusahakan porsi yang kecil tapi berulang, dan tentunya makanan yang mudah dicerna oleh anak Anda seperti nasi tim.
3. Hindari jus buah. Salah satu penyebab diare pada balita adalah terlalu banyak mengkonsumsi jus buah dan makanan manis.

Kunjungan dokter diperlukan jika timbul gejala-gejala berikut:
1. Kotoran yang berdarah.
2. Mengalami muntah yang sering.
3. Tidak mau minum.
4. Mata, ubun-ubun, dan perut yang cekung.
5. Mengantuk dan tidak responsif.

Setidaknya dengan pengetahuan yang cukup tentang pengobatan diare pada anak, Anda telah melindungi anak Anda menjadi resist terhadap antibiotika.