Cara Mendongeng Yang Baik

Unsur hiburan dalam dongeng dapat ditemukan pada penggunaan kosa kata yang bersifat lucu, sifat tokoh yang jenaka, dan penggambaran pengalaman tokoh yang jenaka, sedangkan dongeng memiliki unsur pendidikan ketika dongeng tersebut mengenalkan dan mengajarkan kepada anak mengenai berbagai nilai luhur, pengalaman spiritual, petualangan intelektual, dan masalah-masalah sosial di masyarakat.

kosa kata, Anak, Dongeng biasaDongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika terhadap anak, pesan moral dapat dengan mudah disampaikan kepada anak melalui sebuah cerita.

Mendongeng bisa menjadi aktivitas berkomunikasi dengan anak yang mudah dan murah. Anak pun diposisikan sebagai subyek aktif yang ikut bermain peran dan melibatkan seluruh inderanya untuk larut dalam cerita. Materi dongeng dapat diambil dari buku cerita anak-anak yang memuat pesan moral. Dongeng bisa berpengaruh pada perkembangan fisik, intelektual, dan mental anak. Kecerdasan kognitif anak terasah lewat keterampilan berimajinasi dan menyimpulkan makna yang terkandung dalam cerita.

Berikut adalah beberapa manfaat dongeng bagi anak.
1. Media Menanamkan Nilai dan Etika. Dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, termasuk menimbulkan rasa empati dan simpati anak.
2. Trik Mendekatkan Diri pada Anak Anda. Dongeng dapat mempererat ikatan komunikasi antara pendongeng dan audiens. Oleh karena itu, pergunakan waktu senggang Anda di rumah untuk memberikan cerita pada anak Anda.
3. Mengasah Imajinasi dan Daya Pikir Anak. Ketika berhadapan dengan dongeng, anak akan memvisualisasikan cerita tersebut sesuai dengan imajinasinya.
4. Membantu Menambah Perbendaharaan Kata pada Anak. Semakin banyak membaca dongeng, semakin banyak tahu.

kosa kata, Anak, Dongeng biasaAda 3 jenis dongeng yaitu :
1. Dongeng biasa, yaitu dongeng yang menceritakan tentang tokoh baik suka maupun duka, seperti dongeng bawang merah dan bawang putih.
2. Dongeng lelucon, yaitu dongeng yang berisikan cerita lucu tentang tokoh tertentu, misalnya Si Kabayan dari Jawa Barat, Lebai malang, Pak Pandir, Pak Belalang.
3. Dongeng binatang, yaitu sebuah dongeng yang di dalamnya menceritakan tentang perbuatan baik atau buruknya binatang, di dalam fable, tokoh binatang berperilaku seperti manusia.

Beberapa cara menjadi pendongeng yang baik:
1. Materi dongeng yang akan kita sampaikan hendaklah terkuasai sehingga kita dapat berimprovisasi dengan baik. Tokoh harus kita bedakan antara yang antagonis dan protagonis sehingga anak dapat membedakan perwatakan masing-masing tokoh. Alur adalah sesuatu yang sangat vital dalam cerita, dapat membuat cerita kita menjadi hidup dan menarik. Penciptaan konflik yang dramatis akan membuat sebuah cerita tetap berkesan di alam imajinasi anak.
2. Hidupkan Tokoh. Kemampuan ini sebenarnya dapat dilatih secara struktural, tetapi ada juga yang memang mempunyai bakat.
3. Menghidupkan Kata-kata. Menghidupkan kata dapat dilakukan dengan cara memberi sifat pada kata-kata tersebut.
4. Ikhlaslah dalam Mendongeng. Suasana hati akan sangat berpengaruh ketika kita menyampaikan sebuah dongeng. Buatlah suasana hati yang segar dan tenang ketika hendak mendongeng.
5. Teknik Mengawali dan Mengakhiri Cerita. Awalilah sebuah cerita dengan appersepsi yang menarik. Akhirilah sebuah cerita dengan ending yang terbuka sehingga akan memancing anak untuk ingin tahu cerita selanjutnya. Ini juga akan membuat anak menanti cerita kita yang selanjutnya.

Komponen-komponen dalam dongeng:
1. Pelaku dalam dongeng: dewa dan dewi, ibu dan saudara tiri yang jahat, raja dan ratu, pangeran dan putri, ahli nujum.
2. Tema dongeng:
a. Kejadian yang terjadi di masa lampau, di suatu tempat yang jauh sekali .
b. Daya tarik yang timbul melalui kebaikan dan cinta.
c. Kecantikan dan keluhuran anak ketiga atau anak bungsu.
3. Ciri-ciri dongeng: cerita singkat dan bergerak cepat.

kosa kata, Anak, Dongeng biasa