Cara Berkomunikasi dan Mendidik Janin

Dengan menyadari bahwa orang tua dapat berkomunikasi dengan janin dalam kandungan, akan memberikan ikatan hubungan yang lebih dekat dan juga menjadi sebuah pengalaman yang begitu menyenangkan yang tidak dapat terlupakan. Ada beberapa komunikasi yang dapat dilakukan orang tua kepada janin yang dikandungnya, tentunya dengan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pembentukan indera-indera janin, sehingga komunikasi dapat tepat dilakukan.
1. Indera pendengaran, mulai berkembang pada minggu ke-8 dan selesai pembentukan pada minggu ke-24. Janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat. Pada minggu ke-25, janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayahnya. Bahkan orang tua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin, sebaliknya alunan tilawah Al-Qur’an yang lembut dapat menenteramkan janin.
2. Indera perasa, akan terbentuk pada minggu ke 13-15. Pada usia ini, janin dapat merasakan substansi yang pahit dan manis. Namun jika air ketuban yang dia rasakan terasa pahit, janin akan meronta dan mengeluarkannya, serta akan menghentikan konsumsinya tersebut.
3. Indera penciuman, akan terbentuk pada usia kehamilan 11 – 15 minggu. Ketika indera penciuman ini terbentuk, janin dapat mencium dari bau air ketuban yang baunya mirip seperti ibunya.

Janin dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Maka dari itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat, mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin. Janin akan memberikan reaksi melalui gerakan-gerakan.

Kondisi stres yang berlangsung lama pada ibu hamil akan mempengaruhi janin melalui pengeluaran hormon yang masuk dalam peredaran darah. Pada ibu hamil, hormon kortisol akan sampai ke plasenta dan akhirnya sampai ke janin melalui pembuluh darah. Akibatnya, janin pun menjadi stres. Hormon berlebih yang dihasilkan dalam waktu lama dan terus-menerus membuat hormon tersebut terakumulasi dalam sistem tubuh janin. Akibatnya, janin terkondisi dengan keadaan hormon berkadar tinggi dalam tubuhnya.

Sekarang dikembangkan metode pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberikan stimulasi pada sel-sel otak janin, paling tepat lewat suara. Di usia 24 minggu kehamilan, otak janin sudah mampu menerjemahkan rangsang suara. Tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar, karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing.