Bolehkah Menyusui di Tempat Umum?

Bolehkah menyusui di tempat umum? Menyusui di tempat umum bukanlah perkara mudah karena mempunyai alasan tersendiri, rata-rata ibu merasa tidak nyaman jika harus menyusui di tempat umum karena tidak semua tempat umum menyediakan ruang khusus untuk ibu menyusui. Oleh karena itu ibu harus bisa menyiasati agar merasa nyaman saat harus menyusui di tempat umum.

Berikut ini beberapa tips menyusui di tempat umum:

  1. Ketika tahu akan berpergian sebaiknya susuilah dulu bayi hingga kenyang sehingga selama berpergian bayi tidak cepat merasa lapar.
  2. Ibu sudah seharusnya mengerti tanda-tanda bayi yang haus. Segeralah menyusui apabila bayi haus. Jika ibu sudah mengetahui tanda bayi haus, maka akan mempermudah ibu dalam mencari tempat yang nyaman bila harus menyusui di tempat umum. Kenyamanan ibu saat menyusui penting diperhatikan karena berpengaruh pada kualitas ASI saat menyusui. Posisikan bayi dengan nyaman saat menyusui. Bayi juga harus merasa nyaman saat menyusui walaupun dilakukan di tempat umum.
  3. Posisikan bayi saat menyusui dengan benar agar saat menyusui bayi tidak tersedak.
  4. Saat menyusui di tempat umum bersikaplah natural dan santai.

Hukum Menyusui Anak Di Tempat Umum

Bagaimana hukumnya menyusui anak di tempat umum? Untuk masalah yang berkaitan erat dalam hal ini marilah kita bahas hukum membuka aurat bagi wanita. Mengenai hukum aurat ini telah ada gambaran yang jelas dari Allah dalam firman-Nya:

Dan janganlah mereka (wanita) menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nur : 31). 

Nah, untuk lebih menjaga fitrah seorang wanita dan agar lebih terjaga dari fitnah ada baiknya kita lihat juga pandangan para ulama tentang permasalahan ini:

  1. Diharamkan melihat dada wanita mahram, meskipun lelaki itu adalah bapaknya atau saudaranya. Ini adalah pendapat madzhab Malikiyah dan Hanabilah.
  2. Madzhab Hanafiyah dan Syafi’iyah berpendapat bolehnya mahram melihat dada dan payudara.

Ini adalah berkaitan dengan mahram. Untuk lebih aman lagi sebaiknya jangan menyusui anak secara terbuka di hadapan mahram dewasa.

tempat umum, suami, madzhab Malikiyah