Bayi 4 Bulan di Sragen Mengidap Penyakit Langka, Butuh Bantuan

Di Kecamatan Kalijambe, Sragen, lahir seorang bayi yang mengidap penyakit serupa dengan mendiang Bilqis, bernama Ufairah Mumtazah, lahir normal dengan berat 2,9 kg. Kegagalan fungsi saluran empedu membuat Ufairah tidak bisa mencerna asupan ASI. Saat itu, dokter yang menanganinya mendiagnosa Ufairah mengalami penyumbatan pada saluran empedu. Tim dokter menyarankan supaya Ufairah menjalani operasi kasai di RSUD dr. Moewardi untuk membuatkan saluran empedu yang menghubungkan hati dengan usus.

“Pada 11 November 2015, operasi bedah digelar tim dokter di RSUD dr. Moewardi. Namun, tim dokter tidak bisa melanjutkan operasi karena antara hati dan usus tidak ditemukan saluran. Dokter mengatakan operasi itu tidak bisa dipaksakan karena bisa berdampak lebih buruk,” jelas ibunda Ufairah, Dyah.

Sragen, Ufairah
Tim dokter mendiagnosa Ufairah mengidap penyakit Atresia Bilier. ”Penyakit ini sama dengan yang diidap Bilqis. Penyakit ini hanya dialami 1:10.000 hingga 15.000 bayi yang dilahirkan di muka bumi. Sepanjang 2015 lalu, ada 50 bayi penderita Atresia Bilier yang meninggal dunia. Hal itu saya ketahui setelah saya bergabung dengan sesama orang tua yang memiliki buah hati penderita Atresia Bilier di Facebook,” kata Arif, ayahanda Ufairah.

Sragen, Ufairah
Satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa Ufairah adalah dengan operasi cangkok hati. Untuk menaikkan berat badan Ufairah terbilang sulit. Pasalnya, bayi mungil itu tidak bisa mencerna ASI dengan maksimal. Kendala lain yang dihadapi adalah biaya operasi cangkok hati yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Sragen, Ufairah