Menyusui Anak Apakah Membatalkan Puasa?

Menyusui anak apakah membatalkan puasa?

menyusui anak apakah membatalkan puasa

“Kondisi setiap ibu berbeda. Ibu sebaiknya mengetahui kemampuan diri masing-masing. Di dalam Agama Islam pun ada keringanan untuk ibu menyusui tidak berpuasa,” jelas Mia, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. Simak penjelasan selengkapnya di sini. Mia mengungkapkan cukup banyak ahli laktasi yang menyarankan ibu yang masih memiliki bayi di bawah usia enam bulan untuk tidak berpuasa. Sehingga ibu pun disarankan untuk menunda dulu puasanya.

Salah seorang ahli fikih bernama Abdurrahman al-Juzairi mengatakan:

Madzhab Syafii berpendapat, bahwa wanita hamil dan menyusui ketika dengan puasa khawatir akan adanya bahaya yang tidak diragukan lagi, baik bahaya itu membahayakan dirinya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja. Maka dalam ketiga kondisi ini mereka wajib meninggalkan puasa dan wajib meng-qadla-nya. Namun dalam kondisi ketiga yaitu ketika puasa itu dikhawatirkan membahayakan anaknya saja maka mereka juga diwajibkan membayar fidyah“. (Abdurrahman al-Juzairi, al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, h. 521). 

“Ibu yang memiliki bayi usia enam bulan ke atas, sudah mulai makan, mendapatkan MPASI (Makanan Pendamping ASI), boleh (berpuasa), dipersilakan,” tutur Mia. Sedangkan fidyah yang harus dibayarkan adalah satu mud untuk setiap hari yang ditinggalkan yang diberikan kepada orang miskin. Jika ingin berpuasa, ibu yang masih menyusui ini harus tetap memperhatikan kondisinya. Satu mud kurang lebih 675 gram beras dan dibulatkan menjadi 7 ons. Mia menjelaskan ibu bisa membandingkan kondisi bayi saat sebelum dan sesudah ibu berpuasa.

menyusui anak apakah membatalkan puasa

Bagaimana busui bisa tahu bahwa puasanya membahayakan bayi? “Apakah setelah selesai menyusu saat ibu berpuasa dia masih rewel, minta menyusu terus, menyusunya lama, itu indikator bayi tidak cukup mendapatkan ASI. Tapi kalau setelah selesai menyusu dia langsung tertidur, tenang, tidak rewel, berarti ASI-nya cukup,” tutur Mia. Untuk mengetahui apakah puasa ibu hamil yang sedang menyusui itu membahayakan atau tidak, dapat diketahui berdasarkan kebiasaan sebelum-sebelumnya, keterangan medis, sebagaimana dikemukakan as-Sayyid Sabiq:

“Untuk mengetahui apakah puasa tersebut bisa membahayakan (bagi dirinya beserta anaknya, dirinya saja, atau anaknya saja) bisa melalui kebiasaan sebelum-sebelumnya, keterangan dokter yang terpercaya, atau dengan dugaan yang kuat“.

Bila puasa itu menyulitkan, ia boleh untuk berbuka dan meng-qadla. Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A. menjelaskan bahwa sesungguhnya ibu menyusui masih boleh berpuasa selama ia mampu menjalankannya.

“Kita menegaskan bahwa baik yang menyusui atau tidak menyusui, baik yang hamil atau yang tidak hamil, hukum puasanya berlaku sama. Allah SWT sampaikan “Engkau bisa menunaikan puasa itu lebih baik daripada meninggalkannya”. Karena itu, para ulama menyampaikan, bila dalam posisi menyusui ataupun mengandung Anda masih memiliki kemampuan untuk puasa, mengaturnya dari waktu ke waktu dan konsultasi dengan dokter terkait maka puasa itu lebih baik bila dikerjakan.”

Cara Menyusui Bayi Bibir Sumbing

Bibir sumbing merupakan salah satu kelainan bawaan lahir yang cukup sering terjadi di Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi ibu setelah melahirkan anak dengan bibir sumbing adalah pemberian ASI. Bayi dengan bibir sumbing saja lebih mungkin untuk menyusu secara langsung pada payudara ibu, jika dibandingkan bayi dengan bibir sumbing sekaligus sumbing langit-langit. Sebagian besar masalah pemberian ASI untuk anak dengan bibir sumbing bisa diatasi dengan beberapa trik. Berikut ini cara menyusui bayi bibir sumbing.

cara menyusui bayi bibir sumbing

Untuk menunjang keberhasilan memberikan ASI kepada bayi bibir sumbing dan sumbing langit-langit, dibutuhkan modifikasi posisi menyusu. Dalam buku “Pemberian Minum Bayi Sumbing Bibir dan Langit-Langit” oleh spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSCM, Dr Luh Karunia Wahyuni, dikatakan bahwa bayi sumbing berhak mendapatkan asupan ASI yang cukup untuk meningkatkan status gizinya. Bayi dengan sumbing bibir kanan akan lebih mudah disusui dengan posisi cross cradle pada payudara kanan ibu. Strategi pertama pemberian ASI untuk bayi bibir sumbing adalah memastikan posisi yang benar. Ibu dapat menutupi sumbing bibir dengan menggunakan jari tangan ibu dan menekan pipi bayi untuk mengurangi lebar celah sumbing bibir.

cara menyusui bayi bibir sumbing

Sumbing bibir dua sisi dapat menggunakan posisi straddle hadap ke atas. Bayi dengan sumbing langit-langit diposisikan semi tegak untuk mengurangi arah balik ASI ke hidung dan ke dalam tuba Eustachian.

cara menyusui bayi bibir sumbing

Posisi football hold lebih efektif dibandingkan posisi cross cradle untuk bayi dengan sumbing langit-langit. Ibu juga dapat membantu memompa ASI secara manual ke dalam mulut bayi, jika tidak ada efek isap dan kompresi dari bayi.

cara menyusui bayi bibir sumbing

Jika menyusu langsung cukup sulit dilakukan, jangan dulu menyerah. Pemberian ASI melindungi bayi dari infeksi telinga yang cukup sering terjadi pada bayi bibir sumbing.

cara menyusui bayi bibir sumbing

Sebaiknya ibu bayi bibir sumbing berkonsultasi ke dokter spesialis mengenai posisi menyusu, suplai ASI dan cara memompa ASI.