9 VERSI ASLI TERSADIS DARI DONGENG-DONGENG PENGANTAR TIDUR

Sejak kecil kita mendengar dongeng-dongeng indah seperti Cinderella dan Putri Salju dan menganggapnya sebagai cerita anak-anak yang memiliki ending “Happily ever after”. Versi asli dari kisah-kisah itu yang dikumpulkan oleh Grimm Bersaudara pada abad ke-19 ternyata memiliki jalan cerita yang sangat mengerikan. Berikut ini adalah versi asli 9 dongeng yang selama ini kamu kira indah, namun ternyata brutal dan sangat sadis.

1. Cinderella. Saat sang pangeran mencari-cari gadis yang ukuran kakinya pas dengan sepatu emas yang ditinggalkan Cinderella, sang ibu tiri kemudian memotong ibu jari kaki anaknya agar muat di sepatu. Namun sang pangeran mengetahuinya karena darah merembes di kakinya.

darah merembes

2. Hansel and Gretel. Siapa pun yang mendengar cerita Hansel dan Gretel pastilah mengetahui sisi kanibalistik dari kisah dongeng ini. Dalam dongeng ini, diceritakan sang penyihir menggemukkan Hansel dan Gretel untuk dimakan.

sang penyihir

3. Sleeping Beauty. Dalam Sleeping Beauty, dikisahkan seorang putri tertidur ketika tertusuk sebuah jarum jahit. Seorang pangeran kemudian datang dan menciumnya, kemudian sang putripun terbangun. Dalam versi aslinya, sang pangeran sebenarnya memperkosa sang putri saat ia tertidur, bahkan hingga sang putri hamil dan melahirkan. Sang bayi yang baru dilahirkannya kelaparan dan menghisap jari ibunya hingga jarum itu terlepas dan sang putri pun terbangun.

jari ibu

4. Pied Piper of Hamelin. Kisahnya berawal dari sebuah kota kecil yang diserang wabah tikus. Suatu hari datang seorang peniup seruling yang mengaku bisa mengusir tikus-tikus itu asal dengan bayaran tinggi. Warga kota setuju dan pria itu meninggalkan kota sambil meniup serulingnya dan kemudian diikuti oleh tikus-tikus itu. Setelah semua tikus pergi, si peniup seruling kembali menuntut bayarannya, namun para warga yang curang menolak membayar si peniup seruling. Akhirnya si peniup seruling kemudian meniup serulingnya kembali, kali ini membawa seluruh anak-anak kecil dari kota dan tak pernah kembali. Satu-satunya anak yang selamat hanyalah anak pincang yang tak bisa mengikuti teman-temannya.

5. Serigala dan Tiga Ekor Babi. Dongeng ini bercerita tentang serigala dan tiga ekor babi yang membangun rumah dari jerami dan batu bata. Dalam cerita yang biasa kita dengar, kedua babi yang lain bersembunyi di rumah babi yang paling cerdik. Namun dalam versi aslinya, kedua babi yang membangun rumah dari jerami dimakan hidup-hidup oleh serigala.

serigala

6. Snow White. Dalam cerita aslinya, dikisahkan sang ratu yang hendak membunuh Putri Salju adalah kanibal, sebab meminta hati Putri Salju untuk dimakannya. Sang pemburu yang ditugaskan membunuh Putri Salju tak tega dan memberikan hati binatang liar pada sang Ratu.

hati binatang

7. How Some Children Plays at Slaughtering. Ada dua versi dari cerita ini.

a. Empat anak bermain. Mereka memutuskan untuk bermain “penyembelihan”, dimana satu anak berperan sebagai penyembelih, satu anak bermain sebagai koki, satu anak bermain sebagai asisten koki, dan satu anak bermain sebagai babi. Tanpa diduga, anak yang berrmain sebagai penyembelih benar-benar menggorok leher anak yang berperan sebagai babi dan yang lain bermain memasaknya. Seorang warga yang melintas dan melihat kejadian itu melapor kepada walikota. Sang anak yang menyembelih temannya diberikan dua pilihan, yaitu apel dan koin emas. Apabila anak itu memilih koin emas, maka ia dianggap sebagai orang dewasa dan akan dihukum. Namun apabila ia memilih apel, maka ia akan dianggap masih anak kecil dan tak menyadari perbuatannya. Anak itu ternyata memilih apel sehingga akhirnya dibebaskan.

b. Ada dua bersaudara melihat ayah mereka menyembelih babi. Sang kakak akhirnya memutuskan bermain “penyembelihan” untuk menirunya dan sang adik disuruh berperan sebagai babi. Sang kakak ternyata benar-benar menyembelih sang adik dengan pisau. Ibu mereka yang sedang memandikan anaknya yang lain mendengar jeritan sang adik dan segera menghampiri mereka. Marah melihat sang kakak membunuh sang adik, sang ibu pun menusuk anaknya itu dengan pisau hingga tewas.

8. Dongeng “The Armless Maiden” adalah dongeng Rusia yang tak kalah sadis dengan dongeng-dongeng yang dikisahkan Grimm. Sang kakak menikah dengan wanita yang sangat membenci adik suaminya. Si istri melahirkan dan dengan tega memenggal kepala anaknya sendiri dan memfitnah adik iparnya sebagai pelakunya. Sang kakak yang terhasut kemudian membuang adiknya dan dengan kejam memotong kedua tangannya. Ketika sang kakak bertemu kembali dengan adiknya dan mendengar cerita yang sesungguhnya, sang kakak mengamuk dan mengikat kepala istrinya di ekor kuda yang kemudian dipecut agar berlari.

9. Struwwelpeter. Cerita-cerita ini menggambarkan konsekuensi yang diterima oleh anak nakal, misalnya ada cerita tentang seorang gadis yang mati terbakar hidup-hidup karena bermain dengan korek api, seorang anak yang masih gemar menghisap jempol dan kemudian jempolnya dipotong dengan gunting, hingga seorang anak yang menolak memakan sup sayuran dan akhirnya mati kelaparan.