11 Tanya Jawab Seputar Kolik

Kolik adalah gangguan kesehatan yang sering muncul di usia bayi. Umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

bayi, marah1. Apa yang dimaksud kolik? Kolik adalah nyeri perut akibat gangguan pada usus. Bila terserang kolik, gejalanya khas yaitu bayi menangis keras dan terus-menerus. Muka kemerahan, perut kembung dan keras. Tangis bayi yang lama ini biasanya menyebabkan orang tua panik. Umumnya kolik menimpa bayi berusia kurang dari 3 bulan. Di atas usia itu, jarang yang terserang kolik. Sebagian besar ahli kesehatan anak menduga kolik muncul karena adanya rasa sakit di bagian perut akibat gangguan pencernaan, berdasarkan pengamatan pada bayi kolik yang selalu mengangkat kakinya saat menangis. Timbulnya gangguan pencernaan ini bisa karena kejang otot dinding usus, terdapat udara dalam usus akibat salah posisi saat menyusu, terutama susu botol. Oleh karena itu, selain menangis berlebihan, gejala kolik tampak pada perut yang kembung dan berbunyi kelutukan (suara gerakan usus yang berlebihan).
2. Benarkah semua bayi bisa terkena kolik? Umumnya yang berpotensi mengalami kolik adalah bayi yang mengonsumsi susu formula karena mengandung kadar lemak dan karbohidrat yang jauh lebih tinggi dibanding ASI. Karena karbohidrat yang tinggi, fermentasi di usus juga berlebih, menyebabkan perut jadi kembung yang akhirnya berujung pada kolik. Para bayi yang minum susu formula memang berpeluang mengalami kolik lebih besar dibanding bayi yang mendapat ASI eksklusif.
3. Apakah bayi yang minum ASI juga bisa kolik? Bisa saja, tapi bukan karena ASI-nya, melainkan karena salah posisi saat ibu memberikan ASI.
4. Bagaimana membedakan tangisan kolik dengan tangisan biasa? Tangis bayi yang sedang mengalami kolik umumnya menunjukkan ekspresi gelisah dengan muka memerah.
5. Mengapa sedemikian perlu mengetahui frekuensi dan penyebab tangis bayi? Dengan mengetahui frekuensi dan penyebab tangis bayi, ibu akan dengan mudah meredakan kolik buah hatinya. Tangisan kolik jarang yang disebabkan penyakit, melainkan lebih karena gangguan pencernaan dan rasa tak nyaman.
6. Bagaimana cara menolong bayi kolik? Cara yang lazim dianjurkan membantu bayi kentut, yaitu memiringkan bayi pada posisi tiduran dengan lengan kanan di bawah.
7. Kapan sebaiknya si kecil dibawa ke dokter? Hubungi dokter bila tangis bayi sangat intens dan tak kunjung henti. Perhatikan pula jika bayi sering terjaga dan terlihat kesakitan. Jika intuisi ibu mengatakan ada sesuatu yang tidak beres pada si bayi, cepatlah hubungi dokter. Dokterlah yang akan memastikan apakah tangisnya itu disebabkan kolik atau ada penyakit lainnya.
8. Apakah penggunaan minyak penghangat dapat mengurangi kolik? Penggunaan minyak gosok malah bisa menimbulkan dampak yang tidak diharapkan. Misal, baunya yang amat merangsang dapat terhirup oleh bayi. Jika si bayi memiliki bakat alergi, rangsangan baunya dapat menimbulkan batuk.
9. Seberapa efektif sendawa dapat mencegah kolik? Terlalu banyak menelan udara memang bisa menyebabkan kembung di perut yang berujung pada kolik. Itulah sebabnya, penting untuk mengusahakan bayi bersendawa setiap kali habis menyusu guna mencegah berkumpulnya udara di perut.
10. Benarkah kini kasus kolik semakin jarang? Ibu-ibu tampaknya semakin terampil merawat bayi dan peka terhadap kebutuhan bayinya sehingga bayi terhindar dari rasa tak nyaman sehingga kolik semakin jarang terjadi pada bayi.
11. Adakah cara lain mencegah terjadinya kolik?

bayi, maraha. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan efektif untuk mencegah kolik.

b. Orang tua bisa menciptakan lingkungan yang tenang, termasuk memeriksa suhu kamar supaya bayi tidak kepanasan. Bayi yang bisa tidur dengan baik umumnya jarang kena kolik.

c. Jangan sampai ibu merasa lelah sendirian lalu cenderung marah-marah pada ayah yang dinilainya tak mau membantu. Ingat, bayi cukup sensitif terhadap ketegangan yang terjadi pada orangtuanya. Sebagai reaksinya, biasanya si bayi akan menangis berlebihan tanpa sebab yang jelas.

bayi, marah